Akademik

Chef Hebat Belum Tentu Sukses Berbisnis. Entrepreneur Kuliner Harus Menguasai Keduanya.

Chef Hebat Belum Tentu Sukses Berbisnis. Entrepreneur Kuliner Harus Menguasai Keduanya.
๐Ÿ“ฐ
Chef hebat tidak hanya dituntut mampu menciptakan produk berkualitas, tetapi juga perlu memahami cara membangun dan mengembangkan bisnis kuliner. Di ABKIG, mahasiswa dibekali keterampilan costing, marketing, leadership, dan innovation untuk menjadi chef sekaligus entrepreneur kuliner masa depan
  • Menjadi chef yang andal adalah sebuah keahlian yang membutuhkan proses, ketelitian, kreativitas, dan konsistensi. Menguasai teknik memasak serta mampu menghasilkan produk dengan kualitas rasa yang baik tentu menjadi modal penting untuk berkarier di industri kuliner.
  • Namun, ketika keahlian tersebut ingin dikembangkan menjadi sebuah bisnis, kemampuan di dapur saja tidak cukup.
  • Seorang entrepreneur kuliner perlu memahami bagaimana sebuah produk dikembangkan menjadi brand, bagaimana menentukan harga yang tepat, bagaimana mengelola operasional, hingga bagaimana membangun tim dan menciptakan strategi agar bisnis dapat terus bertumbuh. Di sinilah kemampuan kuliner dan bisnis perlu berjalan berdampingan.
  • Di ABKIG, mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana menghasilkan produk kuliner berkualitas, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai business & entrepreneurship. Pembelajaran dirancang untuk membantu mahasiswa melihat industri kuliner dari dua sisi: sebagai seorang praktisi yang memahami produk dan sebagai seorang entrepreneur yang mampu melihat peluang bisnis.
  • Ada empat kemampuan penting yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut:
  • 1. COSTING
  • Memahami perhitungan modal, menentukan harga jual, mengontrol biaya produksi, hingga mengelola profit. Kemampuan ini menjadi dasar agar sebuah produk yang berkualitas juga dapat menghasilkan bisnis yang sehat.
  • 2. MARKETING
  • Produk yang bagus perlu dikenal oleh pasar. Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai strategi marketing untuk membangun brand, mengenali target konsumen, dan menjangkau lebih banyak pelanggan.
  • 3. LEADERSHIP
  • Bisnis tidak dibangun seorang diri. Kemampuan memimpin tim, membagi tugas, membangun komunikasi, dan menciptakan sistem kerja yang efektif menjadi bagian penting dalam menjalankan bisnis kuliner.
  • 4. INNOVATION
  • Industri kuliner terus berubah. Selera konsumen, tren, teknologi, dan persaingan terus berkembang. Karena itu, entrepreneur perlu memiliki kemampuan untuk menciptakan produk, konsep, dan pengalaman baru yang memiliki nilai bagi konsumen.
  • Keempat kemampuan tersebut membantu mahasiswa memahami bahwa bisnis kuliner bukan hanya tentang apa yang ada di atas piring, tetapi juga tentang bagaimana sebuah produk diciptakan, dipasarkan, dikelola, dan dikembangkan.
  • Karena itu, menjadi entrepreneur kuliner bukan berarti harus meninggalkan dunia dapur. Justru, kemampuan memahami dapur dan bisnis secara bersamaan dapat menjadi keunggulan tersendiri. Di ABKIG, kamu dipersiapkan untuk memiliki keduanya: skill kuliner untuk menghasilkan produk dan business mindset untuk mengembangkan peluang.
  • Belajar memasak adalah langkah awal. Mengubah skill menjadi peluang adalah langkah berikutnya. Membangunnya menjadi bisnis adalah level selanjutnya.

  • Pendaftaran Angkatan 2026/2027 telah dibuka!
  • Kalau kamu punya passion di dunia kuliner dan ingin belajar bukan hanya menjadi chef, tetapi juga memahami cara membangun bisnis kuliner, mungkin ini saatnya mengambil langkah pertamamu bersama Akademi Bisnin Kuliner Indonesia Global.
  • ๐Ÿ“ž 0821-1517-808
โ† Kembali ke Newsroom